Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal 4 dunia suci


Apa saja yang termasuk dalam 4 dunia suci dalam agama Buddha? Berdasarkan teori 10 dunia.

Mengenal-4-dunia-suci



DUNIA SRAVAKA


Orang yang berada dalam dunia sravaka karena ingin maju demi dirinya sendiri, tapi bukan untuk orang lain, maka sudah merasa sombong hanya karena mendapat sedikit kesadaran.  Kesadaran yang benar hanya dunia Buddha dan sembilan dunia lainnya bukan kesadaran sebenarnya.

Sravaka harus ada jodoh baru dapat kesadaran jiwa, maka tenaga sendiri bisa dapat kesadaran.  Niciren Daisyonin katakan pertama, hukum Buddha dan mempertahankan pantangan, sendiri mau patahkan kesesatan akhinya merasa sebagai kesadaran karena tenaga sendiri. Karena itu tidak akan tercapai kesadaran

Sebenarnya apapun yang kita dapat sekarang adalah fana tapi kita menganggap fana sebagai hal yang sebenarnya sehingga menyebabkan berputar-putar dalam enam dunia.

Dunia asura yang mencakup pratyekabuddha sok pintar dan merendahkan orang lain.  

Dunia binatang yang mencakup sravaka: sok pintar tapi tidak berani kasih tahu orang lain tapi kalau orang lain lebih rendah maka sok kasih tahu tapi tidak doa dulu pikirkan.

DUNIA PRATEKYABUDDHA


Sravaka dan pratekyabuddha dikatakan dwiyana. Sravaka adalah syomon dengar di kuping kata-kata buddha. Maka itu mereka belajar hukum buddha dan laksanakan lalu dapat kesadaran. Tenaga diri sendiri menghadapi suasana alam semesta. Suasana alam semesta jadi kesadaran. 
Dwiyana sebetulnya menuju ke kesadaran tanpa gohonzon atau tanpa maîtri karuna mau sadar dan maju diri sendiri. Dapat, tenaga mereka sendiri maka jadi sombong. Sakyamuni tidak senang.

Sebelum masuk Sadharmapundarika-Sutra, Sakyamuni sangat tidak senang kesombongan dwiyana. Pratekyabuddha segala apapun, dapat jodoh dapat sadar. Pikir, sesat, menderita. Suatu saat sadar. Penderitaan kita juga harus pikir dimana salah pasti suatu waktu ketemu dan dapat kesadaran. Apalagi melalui gohonzon, lebih cepat. 
Hidup kontrol jiwa kita, lalu kita gerak. Tapi dasar pokok Hukum Buddha ini adalah karma. Akhirnya orang sadar pun kalau tidak ketemu kesalahannya maka tidak tecapai kesadaran. Mau rombak susah,kita ada jiwa Buddha, jangan salahkan suasana, cari dalam jiwa dan perilaku kita.

Orang pratekyabuddha kebinatangannya kuat. Maka sukses di masyarakat karena nalurinya jadi insting. Seperti dukun, pakai insting tapi tidak bisa gunakan untuk kebahagiaan diri sendiri. Orang dunia binatang bisa dapat insting dunia Buddha.

Suka mencuri ada sepuluh. Maka harus renungkanlah curinya apa, dasar jiwanya apa. Saya juga ada curi waktu, pingin hidup enak. Dasarnya menang diri. Analisa diri sangat penting.

DUNIA BODHISATVA


Orang yang menyembuhkan penyakit orang mungkin termasuk ini. Tapi kalau demi nama sendiri ini asura punya bodhisatva. Baisyajaraja adalah dokter yang selamatkan orang, ini boddhisatva syake. Kita boddhisatva Niciren Daisyonin, harus prasetya dan laksanakan.
  1. Pertama, pikirkan orang lain. Sangat maitri karuna.
  2. Kedua, sendiri juga harus patahkan hawa nafsu. Jiwa kita bagaimana kita harus tahu. Perasaan dan gerakan orang lain pun tahu. Maka bagaimana patahkan hawa nafsunya. Kebanyakan manusia dasar hawa nafsu, serakah, kebinatangan dan kesombongan. Kita semua ada tapi susah cari intinya. Ingin patahkan hawa nafsu diri sendiri.
  3. Ketiga, mau patahkan hawa nafsu tidak tahu gosyo juga susah. Mau terima dan laksanakan ajaran hukum. Mau tahu dan prasetyakan.
  4. Keempat, mau tercapai dunia Buddha. Untuk itu prasetyakan. Maka tujuan hidup kita bukan surga. Maka mau jobutsu, maka mau belajar hukum buddha juga untuk jobutsu. Mau patahkan hawa nafsu dan mau selamatkan umat juga untuk jobutsu. Sorganya jangan taruh di jiwa, tetapi jobutsunya yang kita pegang. 

Menolak orang yang tidak kita senangi itu salah. Bagaimanapun orang itu juga punya tenaga. Kalau putuskan orang lain, maka orang lain pun putuskan kita, jadi kita tidak dibutuhkan. Minum air bersih juga, itu hasil dari tenaga banyak orang. Bensin juga, sampai ada di depan mata berapa tenaga. Satu tiang pun tidak ada rumah tidak bisa berdiri.
semua-orang-memiliki-peran-untuk-orang-lain
 
Kita harus merasa terima kasih, sikap seperti itu kepada orang lain. Dari gohonzon umat bisa rasakan, sebut daimoku dan dapat merasakan kekuatan gohonzon. Itu tujuan syakubuku. Orang bisa bahagia karena melaksanakan hukum Buddha. Kita harus percaya semua orang punya jiwa boddhisatva dan Buddha.

Kita mati-matian syakubuku, tidak jadipun jangan kecewa. Yang penting tanam tunas.

DUNIA BUDDHA


Untuk mewujudkan dunia Buddha sangat sukar dan susah dijelaskan dengan kata-kata. Waktu Buddha Sakyamuni hidup di India 3000 tahun yang lalu tidak ada yang percaya bahwa beliau adalah Buddha, tapi akhirnya orang yang menamakan beliau Buddha. begitupun dulu tidak ada yang menyangka Niciren Daisyonin adalah Buddha.

Orang yang mewujudkan dunia Buddha tidak akan dapat dirusak. Ini adalah sila bejana vajra yang tidak akan bisa dirusak. Niciren Daisyonin tidak pernah menjalankan sesuatu untuk pribadinya sendiri. Akhirnya juga dapat perlindungan dari alam semesta seperti waktu mau dipenggal ada meteor. 
Artinya jiwa Niciren Daisyonin dapat menyatu dengan alam semesta. Karena Niciren Daisyonin adalah Buddha maka dapat menerima suasana dengan baik, tidak panik dan hanya marah jika menentang hukum sesungguhnya.

Buddha pokok memiliki 3 kebajikan: majikan, guru dan ayah bunda. Gohonzon juga jiwa Niciren Daisyonin. Kalau kita susah Gohonzon akan memberikan kebajikan ini. oleh karena itu harus membuka hati di hadapan Gohonzon. jika mengetahui ajaran maka waktu membuka hati akan ingat kata-kata ajaran. 
Gohonzon adalah sambogakaya (keinginan Buddha), dharmakaya  (tenaga hukum) dan nirmanaya (perilakunya selalu maitri karuna). Oleh karena itu dikatakan kita harus meniru tiga kebajikan Buddha ini.

Hukum Niciren Daisyonin adalah jiwa kita mencakup alam semesta. Kalau alam semesta musnah baru jiwa kita juga musnah. Jika ingin sampai dunia Buddha maka tidak kalah suasana dalam keadaan apapun, dapat memecahkan hawa nafsu menjadi kesadaran.

Jika sungguh-sungguh menjalankan bodhisattva dan memikirkan orang lain maka dapat mewujudkan dunia Buddha. Tapi seringkali kunjungan anggota atau menjalankan apapun perilaku bodhisattva tapi dasarnya untuk kepentingan diri sendiri sehingga jauh dari dunia Buddha.

Kita menjalankan pertapaan harus dasar icinennya untuk dunia Buddha atau maitri karuna murni.  Maitri karuna berarti bisa merasakan dan mengetahui penderitaan orang lain. Maitri karuna yang pertama adalah mencabut penderitaan orang lain sehingga dapat memberikan kebahagiaan. Agar dapat melakukan hal ini maka kita harus melaksanakan. Semakin banyak penderitaan kita maka semakin banyak rejeki karena dapat merasakan penderitaan orang lain.

Kita harus dapat menerima kesusahan orang lain seperti kesusahan kita sendiri baru dapat membuka jiwanya. Setiap karma apapun pasti ada intinya, kalau sudah bisa merasakan maka ketika bertemu masalah apapun meski berbeda tapi intinya sama.

Semua manusia ada jiwa Buddha tapi yang dapat mewujudkannya hanya orang yang percaya Gohonzon. umumnya siapapun mencakup dunia Buddha tapi hanya orang yang punya Gohonzon yang lengkap Icinen Sanzen nya mencakup 3000.

Kita tidak bisa membimbing satu orang pun karena manusia biasa tapi hanya melalui Gohonzon. tujuan kita hanya menjadi perantara orang lain dengan gohonzon, kita hanya ingin orang lain bisa percaya Gohonzon. tapi tanpa mengerti orang itu tidak akan bisa menyatu. Tanpa ada doa jika hanya laksana saja maka tidak dapat mencapai apapun. Kalau sungguh hati daimoku baru ada hasilnya.
wiwid kurniawan
wiwid kurniawan Seorang Blogger pemula yang belajar merangkai kata kata sederhana

1 comment for "Mengenal 4 dunia suci"