Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kensyu Keluarga Jateng 4 tahun 2019

Kensyu Keluarga Jateng 4 

kensyu-keluarga-mnsbdi

“Kosenrufu Nomer Satu, Keluarga Pasti Maju”


Kensyu keluarga yang di selenggarakan di Vihara Timokerep pada rabu - kamis, 29 – 30 mei 2019, sangat mengesankan bagi peserta. Acara yang dihadiri narasumber Pandita Utama Rusdi Rukmarata ini mengangkat tema “Kosenrufu Nomer Satu, Keluarga Pasti Maju”. 

Kensyu yang dihadiri oleh kurang lebih 73 peserta ini diikuti oleh beberapa daerah sekitar, seperti Salatiga, Purwodadi, Katong, Tegal Sumur, Telawa, Bungas, dan Krandegan.

Acara kensyu ini dibuka dengan opening yang menampilkan sedikit teatrikal yang merujuk pada kerumitan komunikasi dalam keluarga dan ditutup dengan tarian warok ponorogo oleh teman-teman bintang, GM dan ProM Jateng 4. Acara selanjutnya, pertemuan fenomena yang mengangkat tema komunikasi asik di keluarga. 

Rata-rata pembicara bercerita soal kebuntuan komunikasi di keluarganya. Ada yang menginginkan suami lebih tegas dan mampu mencari uang lebih banyak untuk keluarga. Sementara itu, suami kurang semangat bekerja karena merasa tidak di anggap oleh istri dan harus peka dengan apa yang di inginkan istri.

Dari beberapa kasus tersebut, narasumber memberi masukan bahwa suami istri harus mengerti pasangannya. ”Jika tujuan kita kosenrufu, maka kita akan bisa mengerti pasangan kita” ujar narasumber yang akrab di panggil Mas Rusdy ini.

Selesai pertemuan fenomena, ada acara hiburan yang menampilkan kesenian dari daerah-daerah di Jateng 4 dan juga games antar daerah. Ke esokan harinya, dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan pertemuan tanya jawab. Di sesi diskusi kelompok, peserta dibagi dua kelompok antara pria dan wanita. 

kosenrufu-nomer-satu-keluarga-pasti-maju

Setelah sesi diskusi selesai, lanjut sesi tanya jawab. Pada sesi ini peserta terlihat sangat antusias untuk bertanya. Berbagai pertanyaan di sampaikan kepada narasumber, seperti mengatasi anak yang nakal, bagaimana menjalankan kosenrufu tanpa mengganggu pekerjaan. sampai soal bagaimana membangun kerjasama di dunia kerja.

Sebagai penutup, mas Rusdy berpesan kepada peserta kensyu “Impian atau target untuk susunannya jangan sepantasnya. Kemampuannya belum dimaksimalkan. Hidupnya masih enak, belum kepepet. Saya datang ke sini kaget sich. Suasananya cukup bergairah, cuma targetnya masih sepantasnya. Target harus lebih gede. Lima tahun ke depan, Harus lebih maju agama buddha di indonesia.” Tutup mas Rusdy.
wiwid kurniawan
wiwid kurniawan Seorang Blogger pemula yang belajar merangkai kata kata sederhana

Post a Comment for "Kensyu Keluarga Jateng 4 tahun 2019"