Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berani sayang orang, kerjasama jadi gampang

Berani sayang orang akan membuat kita lebih terbuka dan akhirnya bisa kerjasama dengan orang lain. Bagaimana cara untuk bisa sayang orang ?

Berani sayang orang kerjasama jadi gampang

Ketika suami istri tidak se iya se kata di dalam rumah tangga, maka yang terjadi saling nuntut dan saling menyalahkan satu sama lain. Benar menurut suami, belum tentu benar menurut istri. Salah menurut suami, belum tentu salah menurut istri. 

Hal ini terjadi bukan sebatas pada hubungan suami istri saja, namun merembet juga ke anak. Mendidik anak, bisa jadi dua suara di dalam keluarga.

Kondisi ini, makin parah ketika bersinggungan dengan masalah ekonomi. Kebahagiaan istri ketika ekonomi tercukupi, sedangkan kebahagiaan suami ketika disanjung dan dibanggakan istri. Ujung-ujungnya, duit yang dianggap sebagai sumber kebahagiaan. 

Kondisi ini semakin sulit diurai ketika suami tidak bisa mencukupi kebahagiaan istri, yaitu dengan mencukupi materi yang diinginkan istri. Maka, sanjungan dan kebanggaan pun tidak didapat yang berbuntut munculnya rasa tidak percaya diri dan merasa gagal sebagai suami idaman istri.

Sayang orang lain


Berani sayang orang tanpa kesombongan

Ada yang bingung gimana caranya bisa kerjasama satu tujuan dengan suami agar bisa mencapai tujuan bersama. Menurut dia, harusnya satu pikiran dan satu tujuan, tapi selama ini belum bisa seperti itu dengan suami, sehingga tujuan gak tercapai. 

Seperti sekarang ini, dia yakin bisa beli motor dengan cara kredit, tapi suami mikirnya belum bisa karena keuangan belum cukup. Mikirnya begini, yakin dulu, urusan gimana bayarnya dipikir belakangan. Karena persoalan kayak gini, jadinya sering uring-uringan dalam keluarga.

Ada juga yang susah kerjasama dengan tim kerja di daerah pembinaannya. Ketika mau menyelenggarakan rapat distrik, tim kerja gak pernah bisa kumpul, sehingga rapat tidak terlaksana. Begitu juga dengan ketua cetya di distriknya, kurang mendukung program yang dibuat distrik. 

Untuk menegur atau mengajak tim kerja maupun ketua cetya untuk mau mengikuti rapat distrik dan memback up program distrik belum bisa secara blak-blakan. Menurutnya, kan sudah pada gede, harusnya bisa mikir, gak perlu selalu diingatkan. Akhirnya, sikap yang diambil, jalan pembinaan sendiri namun kadang uring-uringan sendiri.

Menyatukan pikiran dan keinginan dirasa sangat susah. Seperti waktu mengerjakan tugas kelompok untuk TTS (Tes Tengah Semester) di kampus. Ada beda pendapat dan pemikiran tentang tugas pameran yang diberikan dosen. 

Temannya ingin design meja yang dibuat dilapisi plastik, tapi kadang merasa gak perlu karena waktu konsultasi gak disebutkan soal itu. Tapi karena temannya ini ngeyel terus, akhirnya dia ngalah dan berpikir, ya udah lihat saja nanti hasilnya gimana.


Ternyata nilai yang didapat rendah karena beda antara konsep dan realisasi. Hal yang sulit dilakukan adalah ngomong soal pemikiran masing-masing hingga ketemu satu kesepakatan bersama.

Cara untuk sayang orang


Dari kondisi diatas, bicara soal kosenrufu dan syakubuku, rasanya jauh api dari panggang. Karena harapan dan impian yang ingin dicapai tidak pernah terwujud nyata. 

Kondisi ini terjadi karena greget untuk mengejar impian masing-masing, baik suami maupun istri, tidak berani dikejar dengan alasan mengejar ekonomi jauh lebih penting dari pada mengejar impian. 

Jika masing-masing orang berani membenahi tujuan hidup dan impiannya, dengan cara merubah cara pandang tentang kebahagiaan, maka akan tercipta suasana keluarga yang harmonis dan dinamis.    
wiwid kurniawan
wiwid kurniawan Seorang Blogger pemula yang belajar merangkai kata kata sederhana