Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ajaran Agama Buddha Maitri Karuna

Ajaran Agama Buddha memberikan kita wawasan dan pengetahuan bagaimana merubah diri sendiri menjadi lebih baik dari sebelumnya. Namun, sebenarnya tidak sebatas untuk diri sendiri, karena point pentingnya adalah untuk bisa membuat orang lain bahagia.

Ajaran agama buddha maitri karuna
Vihara Vimalakirti Wonomulyo

Bahagia dalam konsep Ajaran Agama Buddha berbeda dengan konsep bahagia yang sering kita temui di masyarakat. Maitri karuna adalah jawaban dari konsep bahagia yang harus di pegang teguh dalam mencapai kondisi tertinggi yang diinginkan umat manusia.

Maitri karuna adalah mencabut penderitaan orang lain dan memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Dua hal ini menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Memberi kebahagiaan dan mencabut penderitaan adalah proses yang dijalankan seluruh umat sesuai ajaran agama buddha yang dianut.

Jika diterapkan dalam kehidupan berkeluarga, sangat tepat dan menjadi jalan untuk mencapai kondisi keluarga harmonis. Diterapkan dalam hubungan antara suami dan istri atau orang tua ke anak.

Konsep memberi kebahagiaan sesuai ajaran agama buddha,bukan berarti membuat seluruh anggota keluarga selalu gembira dan senang saja. Tidak hanya bertumpu pada membebaskan kesulitan suami, istri, dan anak sesuai dengan pemikiran diri sendiri.

Mendidik anak sesuai ajaran agama buddha.


Meskipun dalam hati kadang jengkel dengan perilaku anak, namun ketika anak ada masalah, sebagai orang tua, rasanya tidak tega jika harus membiarkan anak terbebani oleh masalah. Sejak anak masih kecil sampai dewasa, bahkan ketika sudah menikah, beban persoalan yang dihadapi anak, tetap menjadi persoalan orang tua.

Ada anak yang tidak ingin orang tuanya terlalu mencampuri urusan atau masalah yang dihadapi. Persoalannya kadang terlihat sepele, tidak mau di bully teman-temannya dengan sebutan "anak mami" Justru campur tangan orang tua jadi beban baru bagi anaknya. Alih-alih masalah dengan teman selesai, tapi justru semakin menambah masalah.

Cerita salah seorang ibu yang bernama Asih tentang anaknya yang sering di bully oleh teman di sekolah. Menurutnya, anaknya mendapatkan perlakuan fisik dari temannya. Di tendang, itu yang pernah dia lihat. Meskipun kesannya bercanda, tapi sebagai ibu, tidak tega melihat anaknya diperlakukan semena-mena oleh orang lain.

Akhirnya, teman yang guyon dengan fisik tadi, diperingatkan oleh Asih. Kalau masih memperlakukan anaknya seperti itu, akan berhadapan dengannya (Bu Asih). Harapan anak akan senang dan tenang tidak terjadi, karena ternyata anak merasa malu dan jadi murung. Kadang bingung harus bersikap gimana jika mengalami kejadian seperti itu. Di diamkan rasanya gak tega, kalau di bela anak semakin menderita.

Atau cerita bu ina, yang akhirnya ikut membenci pacar anaknya karena tiba-tiba menikah dengan orang lain tanpa memberitahukan alasannya terlebih dahulu. Dia merasa anaknya dierlakukan tidak adil dan semena-mena.

Untuk memberikan kebahagiaan kepada anak, dia berusaha menjadi teman si anak dan mendengarkan segala keluh kesah anaknya. Tidak sampai disitu saja, bu ina juga memberikan dukungan secara langsung kepada anaknya dengan cara membenci mantan pacar anaknya.

Pentingnya belajar ajaran agama buddha.


Kondisi di atas jika dilihat dari ajaran agama buddha tentang maitri karuna, sangatlah tidak tepat. Tidak tepatnya adalah tidak memberikan kebahagiaan kepada anaknya dengan konsep maitri karuna. Pada akhirnya dirinya sendiri pun tidak merasakan bahagia.

Seharusnya, sikap yang diambil adalah memberikan pengertian kepada anak soal ssbab akibat. Kalau ada akibat,pasti ada sebab yang mendasari. Anak harus diajak diskusi secara terbuka soal kejadian yang dialami. Kira-kira apa sebab yang telah dibuat olehnya sehingga mendapatkan perlakuan seperti itu (akibat).

Kemudian sifat dan sikap apa yang harus dirubah berkaitan dengan sebab yang telah dibuat tadi. Sebab selalu berasal dari diri sendiri, dari sifat dasar yang dimiliki, dilihat dari ajaran agama buddha tentang konsep 10 dunia.

Jika kita mau menjalankan hal ini secara terus menerus, kehidupan kita dan orang lain akan sama-sama berubah ke arah yang lebih baik.

Untuk mencapainya, kita harus serius dalam belajar dan menyerap ajaran agama buddha. Semoga tulisan ini menginspirasi kita semua.

Salam
wiwid kurniawan
wiwid kurniawan Seorang Blogger pemula yang belajar merangkai kata kata sederhana